Sistem Informasi Gangguan & Penanganan (SIGAP) 

“SIGAP” Media Salurkan Aspirasi Secara Online dan Terukur

 

Suatu perusahaan maupun institusi pendidikan dapat menjalankan fungsinya dengan baik apabila tidak ditemukan kendala yang mengganggu kinerja sistem. Selama kendala yang muncul dapat diatasi oleh unit-unit terkait maka perusahaan atau institusi pendidikan akan terjamin kualitas mutunya. Lantas, bagaimana mekanisme sebuah institusi jika beragam kendala bermunculan dan membutuhkan penanganan yang cepat dan akurat? 

STIE Perbanas Surabaya melalui Pusat Penjaminan Mutu (PPM) yang bekerjasama dengan Unit Information and Communication Technologies (ICT) mengeluarkan terobosan baru untuk mewadahi aspirasi segenap civitas akademika. Terobosan ini berkaitan dengan Sistem Informasi Gangguan dan Penyelesaian (yang dihadapi oleh setiap unit di STIE Perbanas Surabaya.

Kepala ICT STIE Perbanas Surabaya, Hariadi Yutanto, S.Kom., M.Kom., memaparkan tujuan program ini diadakan adalah untuk mempermudah layanan yang diberikan oleh setiap unit ketika mendapatkan kritikan, komplain, saran, hingga usulan dari unit lain. Penyampaian aspirasi ini dikirimkan melalui email dengan sistem ticketing yang tersedia pada laman website http://sigap.perbanas.ac.id. ”Melalui laman website tersebut, setiap unit atau civitas akademika bisa mengirimkan aspirasi secara mudah dengan sistem ticketing,” paparnya kepada Kampusku beberapa hari yang lalu.

Lebih lanjut, beliau bercerita langkah awal setiap orang harus mengunjungi laman http://sigap.perbanas.ac.id terlebih dahulu. Klik tiket baru kemudian memasukkan email /akun dan password. Selanjutnya, mereka harus menentukan unit yang dituju untuk diberikan saran, kritik atau usulan agar segera diberikan balasan. Selama penyampaian aspirasi tersebut belum ada balasan, maka setiap user bisa mengecek sejauh mana aspirasinya tersebut ditanggapi.

Ke depan, program tersebut rencananya akan dikembangkan dan diperuntukkan bagi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIE Perbanas Surabaya menjadi Rumah Aspirasi. Nantinya, mahasiswa juga diberikan kemudahan dalam menyalurkan aspirasinya kepada pihak kampus. Sejauh ini, program Sigap masih untuk kalangan dosen dan karyawan, namun tidak menutup kemungkinan mahasiswa bisa memanfaatkan program tersebut.

Hariadi Yutanto menegaskan, selama ini mahasiswa sudah bisa menyalurkan aspirasi mereka melalui media sosial bernama LINE dan Telegram. Kedua aplikasi tersebut dinilai lebih dekat dengan mahasiswa karena mereka sering menggunakan media sosial untuk berkomunikasi. ”ICT juga menyediakan media aspirasi untuk mahasiswa berupa LINE dan Telegram. Mahasiswa bisa menyampaikan kritikan atau saran di media tersebut,” imbuhnya.

Pihaknya pun berharap program SIGAP nantinya dapat berkembang menjadi salah satu media untuk meningkatkan sistem penjaminan mutu internal. Beliau pun meng-klaim, program penyaluran aspirasi secara online ini masih belum banyak digunakan oleh setiap kampus di Indonesia. Bahkan, pihaknya mengaku bahwa STIE Perbanas Surabaya menjadi Sekolah Tinggi pertama yang pertama menggunakan program tersebut. ”Belum banyak kampus menggunakan program penyaluran aspirasi seperti sigap ini. Saya bisa mengatakan kalau STIE Perbanas Surabaya ini menjadi kampus yang pertama mengembangkan program Sigap,” pungkasnya. (Eko.r)